JAKARTA, iNews.id – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (30/8/2018) menjelang batas akhir negosiasi dagang antara AS dan Kanada.

Dilansir CNBC, indeks Dow Jones industrial average tergelincir 36 poin. S&P 500 turun 0,2 persen sementara Nasdaq Komposit melemah 0,1 persen.

Pelemahan tersebut berpeluang menghentikan reli lima hari perdagangan secara berturut-turut. S&P 500 dan Nasdaq telah menyentuk rekor tertinggi sepanjang masa. Sementara Dow kurang 2 persen dari posisi tertinggi yang diraih pada akhir Januari 2018.

Presiden AS, Donald Trump mengatakan, Kanada memiliki waktu hingga Jumat untuk bergabung dalam pakta yang sebelumnya ditekan AS dan Meksiko. Namun, dia optimistis kesepakatan dengan Kanada akan terjadi.

“Saya pikir Kanada sangat ingin kesepakatan terjadi. Mungkin bukan sesuatu yang baik jika mereka tidak ingin,” kata Trump.

AS dan Meksiko sebelumnya mengumumkan kerja sama perdagangan bilateral untuk menggantikan NAFTA (North American Free Trade Agreement). Kedua negara tersebut menyisakan ruang bagi Kanada.

Perang dagang selama ini kekhawatiran para pelaku pasar dalam beberapa bulan terakhir karena dinilai akan berdampak pada ekonomi global. CEO The Opportunistic Trader, Larry Benedict mengatakan, meski progres negosiasi dagang berjalan positif, masih ada risiko yang dihadapi.

“Ada gap antara AS dan negara lain. Kalau Anda lihat pasar di Eropa dan Asia, sebagian besar turun dalam sebulan terakhir sementara AS naik cukup tajam,” katanya.

Benedict memperkirakan akan ada volatilitas pada September setelah para pelaku pasar kembali dari liburan.

Dari data ekonomi, angka pengangguran naik tipis 213.000 pada minggu lalu tepi tetap rendah di tengah ketatnya pasar tenaga kerja. Sementara penghasilan individu naik 0,3 persen pada Juli.